Friday, April 5, 2013

4 cabang biologi yang sering diterapkan dalam pertanian?

Q.

A. Botani: mempelajari sifat2 tanaman dan pengaruhnya terhadap lahan, serta bagaimana pengaruh kondisi lahan terhadap pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan gulma yang mengganggu tanaman juga dipelajari di sini.
Entomologi: mempelajari serangga. Hama tanaman banyak yang berbentuk serangga.
Biologi konservasi: ilmu yang mempelajari konservasi makhluk hidup, perlindungan, dan restorasi ekosistem alam dan vegetasi. Dalam pengolahan lahan, perlu dikaji apakah pengolahan lahan yang dilakukan tersebut mematikan mikroba tanah atau tidak, karena mikroba tanah terkait dengan kesuburan tanah.
Biologi populasi: mempelajari populasi makhluk hidup. Dalam pertanian, populasi dan kepadatan tanaman pertanian terkait dengan keberadaan hara, air, cahaya, dan kondisi lingkungan lainnya.

Apa yg dimaksud dgn eutrofikasi dan bagaimana prosesnya?
Q. Yg bagus ane kasih hadiah

A. Eutrofikasi adalah proses pengayaan nutrien dan bahan organik dalam jasad air. ini merupakan masalah yang dihadapi di seluruh dunia yang terjadi di ekosistem air tawar maupun marin. Eutrofikasi memberi kesan kepada ekologi dan pengurusan sistem akuatik yang mana selalu disebabkan masuknya nutrient berlebih terutama pada buangan pertanian dan buangan limbah rumah tangga. (Tusseau-Vuilleman, M.H. 2001).

Eutrofikasi dapat dikarenakan beberapa hal di antaranya karena ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan. Hampir 90 % disebabkan oleh aktivitas manusia di bidang pertanian. Para petani biasanya menggunakan pestisida atau insektisida untuk memberantas hama tanaman agar tanaman tidak rusak. Akan tetapi botol â botol bekas pestisida itu dibuang secara sembarangan baik di sekitar lahan pertanian atau daerah irigasi. Hal inilah yang mengakibatkan pestisida dapat berada di tempat lain yang jauh dari area pertanian karena mengikuti aliran air hingga sampai ke sungai â sungai atau danau di sekitarnya.(Finli, 2007)

Emisi nutrien dari pertanian merupakan penyebab utama eutrofikasi di berbagai belahan dunia. Rembesan phospor selain dari areal pertanian juga datang dari peternakan, dan pemukiman atau rumah tangga. Akumulasi phospor dalam tanah terjadi saat sejumlah besar kompos dan pakan ternak digunakan secara besar-besaran untuk mengatur prosduksi ternakbhewan (sharply et al, 1994).

Eutrofikasi merupakan proses alamiah dan dapat terjadi pada berbagai perairan, tetapi bila terjadi kontaminasi bahan-bahan nitrat dan fosfat akibat aktivitas manusia dan berlangsung terus menerus, maka proses eutrofikasi akan lebih meningkat. Kejadian eutrofikasi seperti ini merupakan masalah yang terbanyak ditemukan dalam danau dan waduk, terutama bila danau atau waduk tersebut berdekatan dengan daerah urban atau daerah pertanian.

Dilihat dari bahan pencemarannya eutrofikasi tergolong pencemaran kimiawi. Eutrofikasi adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan kedalam ekosistem perairan. Eutrofikasi terjadi karena adanya kandungan bahan kimia yaitu fosfat (PO3-). Suatu perairan disebut eutrofikasi jika konsentrasi total fosfat ke dalam air berada pada kisaran 35-100µg/L. Eutrofikasi banyak terjadi di perairan darat (danau, sungai, waduk, dll). Sebenarnya proses terjadinya Eutrofikasi membutuhkan waktu yang sangat lama (ribuan tahun), namun akibat perkembangan ilmu teknologi yang menyokong medernisasi dan tidak diiringi dengan kearifan lingkungan maka hanya dalam hitungan puluhan atau beberapa tahun saja sudah dapat terjadi Eutrofikasi.

manfaat mulsa jerami pada tanaman?
Q.

A. Manfaat mulsa jerami: (1) Menekan tumbuhnya gulma, (2) Pantulan sinar matahari yang menimpa mulsa jerami dapat menekan serangan hama tanaman, (3) Menjaga kelembaban tanah, dan (4) Menstabilkan suhu tanah agar tetap hangat di malam hari dan tidak terlalu panas di siang hari. Yang keempat ini baik pengaruhnya terhadap perakaran tanaman.




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment

Post a Comment