Sunday, April 7, 2013

Lebih hebat mana Joe satriani dengan Gitaris band metal lainnya?

Q. Dari tehnik mainnya serta lain lainnya

A. Piyu padi

makasih

judul lagu & nama bandnya?
Q. judul lagu yang lirik reff'nya begini :
tetaplah menjadi bintang di langit..
agar cinta kita tetap abadi...

A. Padi _ Kasih Tak Sampai

Menurut klian lgu apa yg saat kmu dngar,lngsung bwat klian termehek-mehek...!1 ajah yach...!?
Q.

A. Padi - Kasih Tak Sampai




Powered by Yahoo! Answers

Kamu dukun yah? Kok tau?

Q. karena kamu telah mengguna-guna hatiku, yahahahaha
Q : apakah kamu punya humor lain? Kalau ada posting dijawabanmu
Tebarkanlah Bintang di JPS!

A. kamu petani ya ..?
Karna kamu telah mencangkul hatiku ..
Wkwk ..

apa usaha untuk memajukan pertanian?
Q.

A. Memajukan Pertanian dan Menyejahterakan Petani Kita


Oleh Siswono Yudo Husodo

Catatan panjang sejarah Indonesia, secara umum menunjukkan kondisi petani kita yang serba suram. Petani selalu digambarkan sebagai kelompok sosial yang lemah baik secara politik maupun ekonomi, tidak memiliki tanah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sebagai penyakap tidak memiliki posisi tawar di hadapan pemilik tanah, sebagai petani gurem yang miskin seringkali ditindas atau diintimidasi untuk melepaskan hak atas tanahnya, bahkan seringkali dipaksa untuk menanam komoditas tertentu sesuai kehendak penguasa, dan masih banyak lagi gambaran buruk lainnya.
Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Sumber daya alam Indonesia di sektor pertanian sesungguhnya jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun petani kita masih belum sejahtera; bahkan untuk petani pangan, daya belinya sangat menurun akibat Nilai Tukar Produk Pertaniannya (NTP) yang menurun. Beberapa daerah juga mengalami krisis pangan. Masih hangat dalam ingatan kita, pada musim kemarau panjang tahun 1998 lalu, lebih dari 500 orang saudara-saudara kita di Papua/Irian Jaya meninggal dunia karena kekurangan makanan dan minuman. Kondisi ini sungguh sangat ironis dan menyedihkan.
Pemerintah perlu memberikan perhatian serius pada persoalan ini, mengingat jumlah petani gurem menurut hasil sensus pertanian tahun 1993 dan 2003 menunjukkan kenaikan yang amat signifikan. Jika pada tahun 1993 secara nasional jumlah petani gurem tercatat sekitar 10,8 juta KK/RTP maka pada Sensus Pertanian tahun 2003 angka itu naik menjadi sekitar 13,7 juta KK/RTP. Mayoritas dari petani gurem ini tinggal di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 74,9 persen pada tahun 2003.
Lebih jauh, kebijakan pertanian perlu mengarah untuk menghilangkan subsistensi dan membuat petani berusaha tani dengan skala usaha yang menjanjikan kesejahteraan yang tinggi. Pelaksanaan berbagai kebijakan pembangunan sektor pertanian, harus dapat membuat petani menjadi kaya. Pasar hasil pertanian yang kita miliki harus kita gunakan untuk menyejahterakan petani dan memperkuat pertanian kita.
Dalam rangkaian usaha tani, tingkat keuntungan yang paling kecil sekaligus yang paling berisiko adalah pada budidaya. Sementara yang paling menguntungkan dan memiliki added value yang tinggi adalah industri pascapanen. Cabai, tomat, harganya seringkali jatuh; tetapi cabai botol dan tomat botol, harganya terus naik.

Harga Berfluktuasi
Petani juga menanggung risiko besar dalam berusaha karena karakter produk-produk pertanian ini harga jualnya selalu berfluktuasi. Fluktuasi harga produk pertanian yang sangat tinggi disebabkan oleh sifat produksinya yang sangat tergantung pada alam (musim), sementara konsumsinya merata sepanjang tahun. Kondisi harga jual produk pertanian yang fluktuatif tersebut, telah pula menjadi malapetaka bagi petani.
Oleh karenanya, post harvest perlu ditangani dengan baik oleh petani. Petani jangan hanya menghasilkan raw material, tetapi menghasilkan finished product, karena nilai tambah yang tinggi ada di proses itu. Industri pascapanen di perdesaan perlu dikembangkan, bukan yang besar-besar seperti Indofood, ABC, dan sebagainya tetapi industri rakyat di desa-desa.
Dengan kebijaksanaan itu, desa-desa akan terbangun menjadi unit-unit ekonomi, menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Dalam rangka ini, kita perlu meniru Taiwan. Kalau di Jepang dikenal sogososha seperti Mitsui, Mitsubishi, Marubeni, Toyomenka, dan sebagainya; di Taiwan, perusahaan-perusahaan raksasanya kurang dikenal, karena di Taiwan pengusahanya relatif lebih merata. Kelengkapan-kelengkapan makanan di restoran-restoran di Taiwan, berbeda dengan di Amerika dan Eropa. Kalau di restoran-restoran Eropa, Amerika, tomat botol dan cabai botolnya keluaran merek-merek dunia, seperti Delmonte, Lybbyâsi dan lain-lain, di Taiwan, mereknya tidak terkenal karena dihasilkan oleh pengusaha-pengusaha kecil di desa-desa penghasil bahan baku, dengan teknologi yang bagus.
Untuk Indonesia ke depan, di bidang pertanian untuk industri pascapanen, sebaiknya tidak mengembangkan industri yang besar-besar tapi industri-industri kecil yang banyak. Itu akan jauh lebih efisien, menghemat transpor, sekaligus menyejahterakan petani dan membangun perdesaan. Beberapa daerah sebenarnya telah mempunyai tradisi untuk itu, tinggal kita kembangkan lebih besar dari yang telah ada, misalnya dodol Garut, jenang Magelang, manisan buah dari Cianjur, dan lain-lainnya.
Harga produk-produk pertanian terutama gabah yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, rata-rata lahan petani yang sempit, dibarengi dengan meningkatnya biaya produksi telah menyebabkan pendapatan petani di bawah upah minimum regional (UMR). Untuk itu, harga beras, gula dan komoditi pertanian lainnya perlu dibuat lebih baik.
Kebijakan pangan mendatang tidak saja harus mampu mengatasi berbagai kendala yang dapat memperlemah ketahanan pangan, akan tetapi haru

Bagaimana manfaat pasar induk kramat jati untuk pedagang dan konsumen?
Q. terutama petani daerah dan pedagang besar

A. Untuk petani tidak berpengaruh besar, karena mayoritas petani tidak tahu & tidak berhubungan dengan Pasar Induk tetapi dengan tengkulak...




Powered by Yahoo! Answers

Saturday, April 6, 2013

Kamu dukun yah? Kok tau?

Q. karena kamu telah mengguna-guna hatiku, yahahahaha
Q : apakah kamu punya humor lain? Kalau ada posting dijawabanmu
Tebarkanlah Bintang di JPS!

A. kamu petani ya ..?
Karna kamu telah mencangkul hatiku ..
Wkwk ..

apa usaha untuk memajukan pertanian?
Q.

A. Memajukan Pertanian dan Menyejahterakan Petani Kita


Oleh Siswono Yudo Husodo

Catatan panjang sejarah Indonesia, secara umum menunjukkan kondisi petani kita yang serba suram. Petani selalu digambarkan sebagai kelompok sosial yang lemah baik secara politik maupun ekonomi, tidak memiliki tanah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, sebagai penyakap tidak memiliki posisi tawar di hadapan pemilik tanah, sebagai petani gurem yang miskin seringkali ditindas atau diintimidasi untuk melepaskan hak atas tanahnya, bahkan seringkali dipaksa untuk menanam komoditas tertentu sesuai kehendak penguasa, dan masih banyak lagi gambaran buruk lainnya.
Indonesia sebagai negara agraris memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Sumber daya alam Indonesia di sektor pertanian sesungguhnya jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun petani kita masih belum sejahtera; bahkan untuk petani pangan, daya belinya sangat menurun akibat Nilai Tukar Produk Pertaniannya (NTP) yang menurun. Beberapa daerah juga mengalami krisis pangan. Masih hangat dalam ingatan kita, pada musim kemarau panjang tahun 1998 lalu, lebih dari 500 orang saudara-saudara kita di Papua/Irian Jaya meninggal dunia karena kekurangan makanan dan minuman. Kondisi ini sungguh sangat ironis dan menyedihkan.
Pemerintah perlu memberikan perhatian serius pada persoalan ini, mengingat jumlah petani gurem menurut hasil sensus pertanian tahun 1993 dan 2003 menunjukkan kenaikan yang amat signifikan. Jika pada tahun 1993 secara nasional jumlah petani gurem tercatat sekitar 10,8 juta KK/RTP maka pada Sensus Pertanian tahun 2003 angka itu naik menjadi sekitar 13,7 juta KK/RTP. Mayoritas dari petani gurem ini tinggal di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 74,9 persen pada tahun 2003.
Lebih jauh, kebijakan pertanian perlu mengarah untuk menghilangkan subsistensi dan membuat petani berusaha tani dengan skala usaha yang menjanjikan kesejahteraan yang tinggi. Pelaksanaan berbagai kebijakan pembangunan sektor pertanian, harus dapat membuat petani menjadi kaya. Pasar hasil pertanian yang kita miliki harus kita gunakan untuk menyejahterakan petani dan memperkuat pertanian kita.
Dalam rangkaian usaha tani, tingkat keuntungan yang paling kecil sekaligus yang paling berisiko adalah pada budidaya. Sementara yang paling menguntungkan dan memiliki added value yang tinggi adalah industri pascapanen. Cabai, tomat, harganya seringkali jatuh; tetapi cabai botol dan tomat botol, harganya terus naik.

Harga Berfluktuasi
Petani juga menanggung risiko besar dalam berusaha karena karakter produk-produk pertanian ini harga jualnya selalu berfluktuasi. Fluktuasi harga produk pertanian yang sangat tinggi disebabkan oleh sifat produksinya yang sangat tergantung pada alam (musim), sementara konsumsinya merata sepanjang tahun. Kondisi harga jual produk pertanian yang fluktuatif tersebut, telah pula menjadi malapetaka bagi petani.
Oleh karenanya, post harvest perlu ditangani dengan baik oleh petani. Petani jangan hanya menghasilkan raw material, tetapi menghasilkan finished product, karena nilai tambah yang tinggi ada di proses itu. Industri pascapanen di perdesaan perlu dikembangkan, bukan yang besar-besar seperti Indofood, ABC, dan sebagainya tetapi industri rakyat di desa-desa.
Dengan kebijaksanaan itu, desa-desa akan terbangun menjadi unit-unit ekonomi, menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Dalam rangka ini, kita perlu meniru Taiwan. Kalau di Jepang dikenal sogososha seperti Mitsui, Mitsubishi, Marubeni, Toyomenka, dan sebagainya; di Taiwan, perusahaan-perusahaan raksasanya kurang dikenal, karena di Taiwan pengusahanya relatif lebih merata. Kelengkapan-kelengkapan makanan di restoran-restoran di Taiwan, berbeda dengan di Amerika dan Eropa. Kalau di restoran-restoran Eropa, Amerika, tomat botol dan cabai botolnya keluaran merek-merek dunia, seperti Delmonte, Lybbyâsi dan lain-lain, di Taiwan, mereknya tidak terkenal karena dihasilkan oleh pengusaha-pengusaha kecil di desa-desa penghasil bahan baku, dengan teknologi yang bagus.
Untuk Indonesia ke depan, di bidang pertanian untuk industri pascapanen, sebaiknya tidak mengembangkan industri yang besar-besar tapi industri-industri kecil yang banyak. Itu akan jauh lebih efisien, menghemat transpor, sekaligus menyejahterakan petani dan membangun perdesaan. Beberapa daerah sebenarnya telah mempunyai tradisi untuk itu, tinggal kita kembangkan lebih besar dari yang telah ada, misalnya dodol Garut, jenang Magelang, manisan buah dari Cianjur, dan lain-lainnya.
Harga produk-produk pertanian terutama gabah yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, rata-rata lahan petani yang sempit, dibarengi dengan meningkatnya biaya produksi telah menyebabkan pendapatan petani di bawah upah minimum regional (UMR). Untuk itu, harga beras, gula dan komoditi pertanian lainnya perlu dibuat lebih baik.
Kebijakan pangan mendatang tidak saja harus mampu mengatasi berbagai kendala yang dapat memperlemah ketahanan pangan, akan tetapi haru

Bagaimana manfaat pasar induk kramat jati untuk pedagang dan konsumen?
Q. terutama petani daerah dan pedagang besar

A. Untuk petani tidak berpengaruh besar, karena mayoritas petani tidak tahu & tidak berhubungan dengan Pasar Induk tetapi dengan tengkulak...




Powered by Yahoo! Answers

Berapa harga beras sekilo. . .? ? ?

Q.

A. Harga beras berlainan karena kwalitas berasnya dan daerahnya.
di daerah yang banyak sawah, sekitar Rp 8000 sampai Rp 9000 per kg untuk kwalitas biasa
Beras kwalitas istimewa, misalnya Rojolele bisa sampai Rp 15.000 per kg

Bagaimana mekanisme pembagian zakat fitrah?apakah zakat fitrah itu sebesar 2,5% dari total pemasukan?
Q.

A. zakat fitrah (khusus zakat fitrah, ya?) penyelenggaraannya (yg ngasih n yg nerima) itu dibatesin sampe tgl 1 syawwal (sebelum khatib naek mimbar). brarti masih ada waktu 1 bln (ramadan) buat ngasih/nrima.
bukan 2.5%. tapi 3.5 liter beras (sama persis ky yg dimakan tiap hari. jd klo makannya bras rojolele, zakatnya jangan bras raskin..!) per kepala (sama aja, bayi yg baru lahir atw kake yg dah bau tanah, ya segitu itu (3.5 liter). mekanismenya disesuaikan dg keadaan setempat.
sbaiknya punya data anak yatim, fakir, miskin, dll. (itu klo kolektif). tp klo pribadi, ya tinggal kasih sama orang tsb, dg niat yg diutarakan. misalnya: nek mohon diterima ini beras 3.5 liter sbg zakat fitrah dari saya pribadi lillahi taala. trus si nenek cukup jawab: saya terima. dah sgitu aja, cukup.
moga bs mmbntu..

poll ; nasi yg kamu makan berasal dari padi/beras jenis apa?
Q. bq.bulet2 ato panjang2

mantep nich nasi yg sedang aku makan merk raja lele cap hiu hiu an,,,
;))

kok sepi yach,pada kemana nich penduduknya

A. kalo disini rojolele,berasnya agak panjang,tapi ane lebih sering pake beras jenis IR 64




Powered by Yahoo! Answers

Friday, April 5, 2013

4 cabang biologi yang sering diterapkan dalam pertanian?

Q.

A. Botani: mempelajari sifat2 tanaman dan pengaruhnya terhadap lahan, serta bagaimana pengaruh kondisi lahan terhadap pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan gulma yang mengganggu tanaman juga dipelajari di sini.
Entomologi: mempelajari serangga. Hama tanaman banyak yang berbentuk serangga.
Biologi konservasi: ilmu yang mempelajari konservasi makhluk hidup, perlindungan, dan restorasi ekosistem alam dan vegetasi. Dalam pengolahan lahan, perlu dikaji apakah pengolahan lahan yang dilakukan tersebut mematikan mikroba tanah atau tidak, karena mikroba tanah terkait dengan kesuburan tanah.
Biologi populasi: mempelajari populasi makhluk hidup. Dalam pertanian, populasi dan kepadatan tanaman pertanian terkait dengan keberadaan hara, air, cahaya, dan kondisi lingkungan lainnya.

Apa yg dimaksud dgn eutrofikasi dan bagaimana prosesnya?
Q. Yg bagus ane kasih hadiah

A. Eutrofikasi adalah proses pengayaan nutrien dan bahan organik dalam jasad air. ini merupakan masalah yang dihadapi di seluruh dunia yang terjadi di ekosistem air tawar maupun marin. Eutrofikasi memberi kesan kepada ekologi dan pengurusan sistem akuatik yang mana selalu disebabkan masuknya nutrient berlebih terutama pada buangan pertanian dan buangan limbah rumah tangga. (Tusseau-Vuilleman, M.H. 2001).

Eutrofikasi dapat dikarenakan beberapa hal di antaranya karena ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan. Hampir 90 % disebabkan oleh aktivitas manusia di bidang pertanian. Para petani biasanya menggunakan pestisida atau insektisida untuk memberantas hama tanaman agar tanaman tidak rusak. Akan tetapi botol â botol bekas pestisida itu dibuang secara sembarangan baik di sekitar lahan pertanian atau daerah irigasi. Hal inilah yang mengakibatkan pestisida dapat berada di tempat lain yang jauh dari area pertanian karena mengikuti aliran air hingga sampai ke sungai â sungai atau danau di sekitarnya.(Finli, 2007)

Emisi nutrien dari pertanian merupakan penyebab utama eutrofikasi di berbagai belahan dunia. Rembesan phospor selain dari areal pertanian juga datang dari peternakan, dan pemukiman atau rumah tangga. Akumulasi phospor dalam tanah terjadi saat sejumlah besar kompos dan pakan ternak digunakan secara besar-besaran untuk mengatur prosduksi ternakbhewan (sharply et al, 1994).

Eutrofikasi merupakan proses alamiah dan dapat terjadi pada berbagai perairan, tetapi bila terjadi kontaminasi bahan-bahan nitrat dan fosfat akibat aktivitas manusia dan berlangsung terus menerus, maka proses eutrofikasi akan lebih meningkat. Kejadian eutrofikasi seperti ini merupakan masalah yang terbanyak ditemukan dalam danau dan waduk, terutama bila danau atau waduk tersebut berdekatan dengan daerah urban atau daerah pertanian.

Dilihat dari bahan pencemarannya eutrofikasi tergolong pencemaran kimiawi. Eutrofikasi adalah pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan kedalam ekosistem perairan. Eutrofikasi terjadi karena adanya kandungan bahan kimia yaitu fosfat (PO3-). Suatu perairan disebut eutrofikasi jika konsentrasi total fosfat ke dalam air berada pada kisaran 35-100µg/L. Eutrofikasi banyak terjadi di perairan darat (danau, sungai, waduk, dll). Sebenarnya proses terjadinya Eutrofikasi membutuhkan waktu yang sangat lama (ribuan tahun), namun akibat perkembangan ilmu teknologi yang menyokong medernisasi dan tidak diiringi dengan kearifan lingkungan maka hanya dalam hitungan puluhan atau beberapa tahun saja sudah dapat terjadi Eutrofikasi.

manfaat mulsa jerami pada tanaman?
Q.

A. Manfaat mulsa jerami: (1) Menekan tumbuhnya gulma, (2) Pantulan sinar matahari yang menimpa mulsa jerami dapat menekan serangan hama tanaman, (3) Menjaga kelembaban tanah, dan (4) Menstabilkan suhu tanah agar tetap hangat di malam hari dan tidak terlalu panas di siang hari. Yang keempat ini baik pengaruhnya terhadap perakaran tanaman.




Powered by Yahoo! Answers

Survey: apakah cita-cita kamu ketika masih duduk di bangku SD...?

Q. Masih SAMA dengan sekarang?

Kalau sudah berubah, apakah yg menyebabkan itu?
Apakah karena faktor ekonomi atau realita yg kamu hadapi.

(Misal: dulu cita2 gw mau jd dokter, tp karena sulit dan mahal sekolahnya jd gw mau jd PNS aj deh).

Silakan di jawab =)

A. ane jadi indinyur
Gara gara pas SD sering maen tanah sering cocok tanam
Sampe nyusahin ortu
Rencana saya sihh saya mau masuk fakultas pertanian
Tapi Saya tidak jago IPA padahal kalo mau masuk situ harus masuk IPA
Smg aja rencana abdi lancar

mengapa memberi peringatan kepada sesama muslim....?
Q. Assalaamu'alaikum warahmatuLLAHI wabarakaatuh...

"Mengapa sibuk membantah sesama muslim dan diam terhadap orang kafir?"

ucapan atau pertanyaan seperti itu diucapkan oleh orang-orang yang disebut âpara aktivisâ atau âpegiat daâwahâ maka akan memiliki pengaruh negatif yang cukup berarti, antara lain:

1. Mendidik umat untuk diam terhadap berbagai penyimpangan dan kesesatan yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin.
Tentunya bertentangan dengan perintah Nabi dalam beberapa haditsnya, antara lain
Tolonglah saudaramu, baik yang berbuat kezhaliman maupun yang terzhalimi. Seorang shahabat bertanya: âWahai Rasulullah, jelas aku akan menolongnya jika ia adalah pihak yang terzhalimi, tapi bagaimana menurut engkau jika dia adalah pihak yang berbuat kezhaliman, bagaimana mungkin aku akan menolongnya?â Rasulullah menjawab: âYaitu (dengan cara) kamu mencegah atau melarang dia dari perbuatan zhalim. Maka sesungguhnya itu adalah bentuk pertolongan untuknya.â[HR. Al-Bukhari]

Begitu juga dengan hadits:
âPermisalan antara seseorang yang menjalankan syariâat Allah dengan orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang mengundi penentuan tempat pada sebuah kapal (bahtera). Sebagian mereka berhasil mendapatkan tempat di bagian atas, sementara yang lain di bagian bawah. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika membutuhkan air minum terpaksa harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Akhirnya mereka berkata: âKalau seandainya kita lobangi (dinding kapal) sedikit (untuk mendapatkan air) sehingga kita tidak mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.â Jika mereka membiarkan orang-orang yang ada di bawah dengan kemauannya itu niscaya mereka semua akan binasa. Namun apabila mereka berupaya mencegahnya niscaya mereka akan selamat dan selamat pulalah seluruh (yang ada di kapal tersebut).â [Al-Bukhari 2493, 2686]

2. Akan semakin berkembangnya penyimpangan dan paham sesat.
Ketika upaya pengingkaran terhadap berbagai penyimpangan telah diabaikan, tentu umat yang jauh dari bimbingan ilmu ini akan mengira suatu kesesatan sebagai suatu kebenaran, para pengusung paham dan aliran yang menyesatkan dianggapnya sebagai penyeru kebaikan, dan umat pun akan semakin terpecah belah dalam berbagai kelompok. Para penganut paham Syiâah yang menyesatkan akan dengan mudah menjerumuskan umat kepada aqidahnya yang menyesatkan itu. Para penganut paham Khawarij akan terus dengan mudah menggiring para pemuda khususnya untuk memusuhi dan mengkafirkan pemerintahnya dan orang- orang yang tidak berada dalam satu kelompok dengan mereka, melakukan pengeboman, pembunuhan, dan berbagai tindakan sadis lainnya dengan mengatasnamakan agamanya. Begitu pula para pengusung paham sesat lainnya.

3. Akan semakin menjauhkan umat dari pertolongan Allah dalam menghadapi musuh-musuhnya.
Kita semua tahu dan yakin, bahwa Allah tidak akan menolong umat ini terhadap musuh-musuhnya selama mereka masih banyak melanggar Allah dan Rasul-Nya. Terkhusus jika pelanggaran tersebut dalam permasalahan aqidah dan manhaj, yang tersebar di tengah-tengah umat dalam berbagai paham dan aliran yang menyelisihi Al-Qurâan dan As-Sunnah dalam koridor bimbingan generasi as-salafush shalih.
Sehingga dengan itu umat akan semakin lemah di hadapan musuh-musuhnya dengan tidak adanya pertolongan dari Allah .

Dalam kesempatan ini, kami akan nukilkan untuk para pembaca sekalian nasehat Asy-Syaikh Al-âAllamah DR. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, salah satu anggota Majelis Haiâah Kibaril âUlamaâ Kerajaan Saudi â Arabia, dalam jawabannya terhadap pertanyaan sebagai berikut:
Pertanyaan : Kenapa harus diterapkan tahdzir (peringatan keras) terhadap berbagai ahlul bidâah sementara umat ini sedang menghadapi permusuhan dengan kaum Yahudi, Nashara, dan para sekuleris?
Jawaban : Tidak mungkin bagi kaum muslimin untuk melawan Yahudi dan Nashara kecuali jika mereka mem-berantas berbagai bidâah yang ada di tengah-tengah mereka, mengobati berbagai penyakit (kesesatan) yang ada di antara mereka, sehingga mereka menang atas Yahudi dan Nashara. Namun apabila kaum muslimin masih saja mengabaikan urusan agama mereka dan masih saja melakukan berbagai bidâah dan perbuatan-perbuatan haram lainnya serta terus meremehkan untuk mengaplikasikan syariâat Allah, maka tidak akan mungkin mereka menang atas Yahudi dan tidak pula atas Nashara. Bahkan mereka akan dikalahkan oleh Yahudi dan Nashara dengan sebab sikap meremehkan urusan agama mereka. Karena itu wajib adanya upaya pembersihan masyarakat (muslimin) dari berbagai macam bidâah dan kemungkaran, serta wajib berupaya menerapkan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya sebelum kita memerangi Yahudi dan Nashara. Kalau kita terus memerangi Yahudi dan Nashara dalam keadaan kondisi kita masih seperti ini, maka kita tidak akan menang atas mereka selama-lamanya! Bahkan merekalah yang akan menang atas kita disebabkan dosa-dosa kita. [dari kitab Al-Ij abatul Muhimmah fil Masyakil Al-Mulimmah, hal. 28; lihat
http://www.misrsalaf.com/vb/showthread.php?t=35 ]

Dari : Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij, hal. 51-54.
http://www.darussalaf.or.id/myprint.php?id=771

WABILLAHI TAUFIK...

A. wa'alaikumsalam warahmatuLLAHI wabarakaatuh...

barang siapa yang sedikit saja mengetahui sejarah akan tahu bahwa kehancuran dan kemunduran umat islam ini disebabkan kelalaian mereka terhadap syari`at, sedangkan tidak ada yang membebaskan mereka dari kehancuran tersebut, kecuali kembalinya mereka pada syari`at.

Rasululloh Shalallahu`alaihi wassalam bersabda : ââApabila kalian telah berjual beli dengan cara Al-âInah dan kalian telah ridho dengan perkebunan dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang (Allah) tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali kepada agama kalianâ. (HR. Abu Daud dan lain-lainnya dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah No. 11).

Dalam hadist itu Rasululloh Shalallahu`alaihi wassalam menyebutkan sebab, akibat, sekaligus solusinya bukan??

sebab pertama : melakukan pelanggaran syar`i (jual beli dengan cara inah)
sebab kedua : cinta dunia (ridho dengan cocok tanam)
sebab ketiga : meninggalkan kewajiban syar`i (meninggalkan jihad)

Lalu sekarang apa akibatnya? kehinaan yang sekarang ini kita rasakan .

Apakah Rasulullah Shalallahu`alaihi wassalam membiarkan kita dalam masalah ini? Tidak khan?jadi solusi sesuai dengan hadist di atas adalah kembali kepada agama kalian

"Begitulah kejayaan islam akan tercapai dengan ilmu dari mulai aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, kesucian hati dan lainnya..insyaAllah kita belum terlambat.."

Walahu`alam meruapakan mimpi di siang bolong kalau ada seseorang menginginkan kemenangan kejayaan atas orang kafir sedangkan mayoritas umat islam doyan syirik, bid`ah khurafat dsb .

Allah Ta'ala berfirman,

...âDan Allah telah bejanji dengan orang-orang yang beriman diantara kalian dan beramal sholeh, bahwa ia sungguh-sungguh akan menjadikanmu berkuasa di bumi (dengan kekhilafahan), sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelummu berkuasa, dan sungguh ia akan meneguhkan bagi mereka agama yang diridhai-Nya untuk mereka, dan Ia benar-benar merubah keadaan mereka setelah mereka dala keadaan ketakutan menjadi aman sentausa, mereka tetap menyembah-Ku dan tiada mempersekutukan-Ku dengan suatu apapun.â (an-Nur : 55)

janji Allah untuk memberikan kekuasaan bagi ummatnya yang beriman dan beramal sholih, iman kepada Allah secara ijmal (global) dan tafshil (terperinci), yang mana keimanan ini hanya dimiliki oleh ahlus sunnah wal jamaâah, dan beramal sholih, yang ikhlash lillahi Ta'ala dan ittibaâ rosul ShallaLlahu 'alaihi wa Sallam, inilah syarat kemenangan itu, bahkan pada akhir ayat Allah menjelaskan syarat yang lain, yakni mentauhidkan-Nya semata dan tak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. sekarang pertanyaannya

bagaimana mungkin Allah Ta'ala akan mmberikan kekuasaan jika ummat ini masih jahil terhadap aqidah yang benar

Sebagaimana biasa diistilahkan para alim ulama dengan tashfiyah wat tarbiyah. yaitu penyaringan dan pembinaan umat ini menjadi umat Rabbani, membersihkan umat islam dari kesyirikan kebid`ahan kemaksiatan dsbâ¦

ini adalah satu-satunya menuju kejayaan umat islam, meskipun kelihatannya panjang,..tapi yakinlah dengan solusi dari Rasulullah Shalallahu`alaihi wassalam dan tengoklah bukti-bukti sejarahâ¦

Wallahu 'Alam...

apakah cocok pohon trembesi dalam pot?
Q.

A. Bila itu adalah pembibitan ya cocok
tapi kalau ditanam supaya besar ya gak cocok
tanam aja di kebon




Powered by Yahoo! Answers

Thursday, April 4, 2013

apa yang dimaksud dengan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,,jelaskan secara rinci?

Q.

A. Di negara kita: ada tikus, mati di lumbung padi. Heran kan ada tikus, mati di lumbung padi.
Jadi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu, potensi negara kita dimaksimalkan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Kemakmuran dan kesejahteraan itu bisa diukur dari antara lain:
1. Rakyat mudah jadi pintar.
2. Rakyat mudah memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan.
3. Kepastian Hukum.
4. Kedaulatan Politik dan Hankam/Militer.
5. Rakyat mudah untuk ikut menjadi subyek pembangunan nasional.

Semoga membantu

Bijaksanakah Kalau Pemerintah Membiarkan Harga Sembako Dll Membubung ?
Q. Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim

Saudaraku semua, dengan atas nama Allah marilah kita semua merenungkan kondisi negara kita saat ini.

Lihatlah betapa rakyat pada kebingungan : "Khawatir dan Sedih" memikirkan membubungnya harga-harga berbagai kebutuhan pokok mereka termasuk bahan bakar untuk transportasi.

Padahal kita tahu, Allah pernah menyatakan di dalam Al-Quran Surat ke 2 ayat 38, yang merupakan pesan dalam kepergian kita dulu turun ke bumi ini:
"...... Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Sekarang "kekhawatiran dan kesedihan" melanda kita. Apakah ini pertanda kita "tidak mengikuti petunjuk Allah", sehingga mengirim dan memilih untuk kita para pemimpin yang juga "tidak mengikuti petunjuk Allah", yang bahkan tidak memperdulikan kesulitan kita.
Harga minyak (minyak untuk makan dan transportasi) dunia naik, maka harga minyak dalam negeri juga harus dinaikkan atau dibiarkan naik oleh penyelenggara negara kita saat ini. Konon karena harga2 kita masih jauh lebih murah dibanding Singapura misalnya.

Padahal kita pun tahu bahwa pendapatan per kapita rakyat kita, sangat jauh di bawah rakyat Singapura. Dengan harga yang naik ini, pedagang pun tidak serta merta naik pendapatannya, karena daya beli menjadi sangat turun drastis. Pendapatan rakyat banyak apalagi, tentu masih belum berubah, bahkan nilainya menjadi semakin turun.

Rakyat kita menjerit dan menangis bahkan ada yang mati kelaparan. Ini terjadi di hampir seluruh daerah.

"Ya Allah, ya Tuhan kami, kami semua adalah ciptaan-Mu, kami semua adalah hamba-Mu. Kami tahu bahwa di antara kami ada yang tidak mengikuti petunjuk yang Engkau turunkan kepada kamu. Ada juga tidak sepenuh hati mengikutinya.
Tetapi ada juga di antara kami yang selalu dengan senang hati mengikuti apa pun pentunjuk-Mu dan senang menjadi budak-Mu, senang menjadi hamba-Mu. Untuk itu tolonglah kami, gantikan para pemimpin kami yang tidak mengikuti petunjuk-Mu seluruhnya dengan hamba-Mu yang tetap taat dan patuh serta amanah, qana'ah dan siddiq dalam memimpin kami. Jangan Engkau biarkan kami dalam kondisi khawatir dan sedih seperti ini. Ya, Allah. tak ada kekuatan kami selain kekuatan-Mu yang Maha Agung. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami menangis dalam kekhawatiran dan kesedihan. Ya Allah, tolonglah, hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu mengaduh memohon pertolongan. Ampuni dan maafkan segala kesalahan kami".

As-Salaamualaikum
Note:
Terima kasih, Saudaraku sudah tidak sabar menjawab dan mengomentari, padahal pertanyaannya beleum selesai ditulis.
Tetapi ada juga di antara kami yang selalu dengan senang hati mengikuti apa pun pentunjuk-Mu dan senang menjadi budak-Mu, senang menjadi hamba-Mu. Untuk itu tolonglah kami, gantikan para pemimpin kami yang tidak mengikuti petunjuk-Mu seluruhnya dengan hamba-Mu yang tetap taat dan patuh serta amanah, qana'ah dan siddiq dalam memimpin kami. Jangan Engkau biarkan kami dalam kondisi khawatir dan sedih seperti ini. Ya, Allah. tak ada kekuatan kami selain kekuatan-Mu yang Maha Agung. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami menangis dalam kekhawatiran dan kesedihan. Ya Allah, tolonglah, hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu mengaduh memohon pertolongan. Ampuni dan maafkan segala kesalahan kami".

As-Salaamualaikum
Note:
Terima kasih, Saudaraku sudah tidak sabar menjawab dan mengomentari, padahal pertanyaannya beleum selesai ditulis.

A. Bismillahirrahmaanirrahiim
Ini namanya, tikus kelaparan di dalam lumbung padi,karena sudah judek.

Mengapa hal ini terjadi ?

(1). Di perut bumi kita tersimpan minyak yang melimpah ruah, tapi kita masih harus mengimpor minyak untuk kebutuhan kita dengan harga yang sangat tinggi.

Mengapa jadi kacau balau seperti ini. Semakin tinggi minyak dunia semakin kelabakan kita, padahal mestinya kita tambah tenang dong, lha wong keuntungan meningkat. Mengapa kita tidak bisa membangun sendiri kilang minyak untuk kebutuhan kita sendiri dan untuk dijual ke luar negeri. MInyak mentah ya tetap saja bisa kita jual kalau memang kebutuhan produksi dalam negeri sudah mencukupi.

(2). Emas dan berbagai bahan tambang tersimpan di perut bumi juga sangat besar depositnya, tapi ternyata yang punya bukan negeri ini, melainkan negeri amerika sana, yang mengangkut emas mentah berkapal-kapal setiap harinya. Sementara mata uang kita selalu terendah nilainya. Bukankan emas yang berlimpah itu mestinya bisa dijadikan backup terhadap mata uang kita sehingga tetap tinggi nilai tukarnya ?

(3). Semua ada di negeri ini, tetapi semuanya kita tergantung dengan luar negeri, tak bisa mandiri.

(4). Dulu ada GBHN yang merupakan penjabaran dari Visi dan Misi negeri ini dalam memakmurkan kehidupan bangsa dan negara, yang setiap tahun dipantau perkembangan, diprogram dan dikabarkan kepada seluruh rakyat, sekarang MPR pun sudah "dihilangkan" kekuasaannya, tinggallah pribadi2 yang suka-suka tanpa pedoman dari pemberi amanat. Siapa pemberi amanat pun sudah tidak jelas lagi siapa sekarang.

(5). Sekarang ini yang sibuk malah orang2 yang akan merebut kekuasaan dari rakyat untuk membangun kerajaan peribadi. Pemimpin tidak pernah dirumuskan kriterianya yang dibutuhkan oleh negara ini. Yang ada semua menjual diri mengatakan dialah yang terbaik, tanpa kita bisa menilai dan membandingkannya dengan apa yang kita butuhkan - lhja wong seng dibutuhke wae ora weruh !

Baiklah itu sajalah unek2 dari saya.
Salam

YANG MAU POIN JAWAB PERTANYAAN INI PLUS KSIH E-MAIL KAMU YA?
Q. JELASKAN PROSES PEMBUATAN NASI MENJADI PADI

THX
VOTE PERTANYAAN KU JUGA YA

A. Dulu setiap suku di Indonesia memiliki makanan pokok khas daerah. Meskipun sekarang masih ada, tapi hampir sebagian besar daerah di Indonesia sekarang ini mengkonsumsi beras (nasi) sebagai makanan pokok. Dulu Indonesia dikenal sebagai lumbung padi dengan swasembada beras bahkan sempat mengekspor beras ke luar negri. Catatan hari ini Indonesia termasuk negara yang mengimpor beras dari luar negri sedang 60% lebih penduduk Indonesia hidup di pedesaan dari bertani.
Ada proses yang panjang sebelum menjadi nasi. Petani menanam benih; benih padi tumbuh antara 3 â 6 bulan untuk berbuah dan siap dipanen; padi dipanen dan dijemur; padi digiling menjadi beras; beras dimasak menjadi nasi hingga siap dimakan. Kesimpulannya ada banyak waktu dan banyak tangan yang terlibat disetiap tahapan itu, apalagi jika ditambahkan proses distribusi dari sawah hingga akhirnya sampai ke toko â toko beras, semakin menambah jumlah yang terlibat.
Nenek moyang dan orang tua sangat menghargai beras (nasi). Penghargaan mereka beralasan; karena mereka terlibat dalam setiap tahapan. Dari menabur benih hingga memanen. Dari menggiling hingga memasak dan makan. Di pagi buta mereka ke sawah, di bawah terik mentari mereka bekerja melawan sayatan daun padi, ulat dan ular serta debu padi yang membuat gatal. Wajar bila kita menyisakan satu butir nasi di piring, mereka akan marah, sangat marah bahkan.
Kehidupan kota terlebih wilayah industri seperti Bekasi, seakan telah menyulap segalanya. Industri dan gaya hidup kota menuntut serba cepat dan instan. Begitu pula masalah nasi. Banyak diantara kita yang tidak perlu memasak sendiri dan âtinggal makanâ karena nasi sudah siap saji. Dari situlah lambat laun penghargaan manusia terhadap nasi menjadi semakin menurun.
Hampir di setiap jamuan makan, kantin, warung nasi, restoran dan semua tempat yang di situ ada nasi, pastilah ada nasi sisa di tempat pembuangan sampah. Mereka menyisakan nasi dengan beragam alasan. Ada yang menyalahkan juru masak karena nasi terlalu lembek atau terlalu keras. Ada yang menggunjing kualitas beras, kotor dan apek. Ada yang klise; sudah kenyang atau nasinya kebanyakan, lauk tidak enak dan tidak selera. Tapi hasilnya satu, nasi sisa dan akhirnya terbuang percuma.
Cobalah kita hitung. Sebuah Perusahaan dengan 9000 (sembilan ribu) karyawan yang menyediakan makan siang (1 kali makan) untuk enam hari kerja. Misalkan; dengan hitungan kasar 100 gram beras dimasak menghasilkan 200 gram nasi untuk sekali makan per orang. Jika satu orang karyawan menyisakan rata-rata 1/10 (10%) dari nasi yang seharusnya dia makan, maka terbuang nasi sebanyak 20 gram sekali makan. Jika dikalikan 9.000 karyawan terbuang nasi sebanyak180.000 gram atau senilai 90.000 gram beras. Jadi setiap hari di Perusahaan tersebut terbuang 90 kilogram beras. Jika sebulan, maka dikalikan 30 hari menjadi 2.700 kg beras terbuang. Jika setahun, maka dikali 12 bulan menjadi 32.400 kg beras terbuang.
Contoh di atas hanya satu perusahaan. Tahukah Anda berapa perusahaan di Indonesia?!. Jika ada 100 perusahaan dengan jumlah karyawan dan kasus yang sama, maka dikali 100 menjadi 3.240.000 kg beras terbuang setiap tahun, atau setara dengan 3.240 ton. Hitungan di atas diambil minimal, karena menurut hemat kami nasi tersisa bisa mencapai lebih dari 10% per orang, satu orang bukan satu kali tapi tiga kali makan dan jumlah perusahaan bisa lebih dari 100. Lalu berapa beras yang terbuang percuma setiap tahun di negeri pengimpor beras ini?!
Marilah ikuti pesan Rasulullah; âMakanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyangâ, âMakanlah secukupnya dan jangan berlebihan karena perbuatan mubazr adalah perbuatan syaitanâ. Wallahua`lam bishowab




Powered by Yahoo! Answers